Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dr. Khalishaturrahmi Nasution, Sp.D.V.E menjelaskan chemical peeling dapat dimanfaatkan untuk membantu menangani berbagai masalah kulit seperti jerawat di punggung dan dada, keratosis pilaris atau kulit ayam, hingga stretch mark.
"Selain untuk estetika, chemical peeling sudah sering kami gunakan di bidang dermatologi untuk mengobati jerawat di punggung dan dada, keratosis pilaris (kulit ayam), striae (stretch marks), hingga jamur kuku," kata Khalishaturrahmi dalam Bamed Seminar Media bertajuk "Comprehensive Aesthetic and Wellness: Integrated and holistic approach to better wellbeing" di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan chemical peeling atau chemo-exfoliation merupakan prosedur pengaplikasian bahan kimia pada kulit untuk menghasilkan perlukaan kulit yang terkontrol guna merangsang proses regenerasi dan perbaikan jaringan.
Menurut dia, tindakan tersebut bertujuan memperbaiki tekstur, warna, serta kualitas kulit secara keseluruhan melalui proses regenerasi dan remodeling kulit.
"Tujuan dari eksfoliasi ini adalah menunjang proses regenerasi dan remodeling kulit sehingga terjadi perbaikan tekstur, warna, dan kualitas kulit secara keseluruhan," ujarnya.
Khalishaturrahmi mengatakan chemical peeling menjadi salah satu prosedur peremajaan kulit yang banyak digunakan karena relatif sederhana, minim invasif, dan tidak memerlukan masa pemulihan yang panjang.
Ia menambahkan prosedur tersebut bahkan dikenal dengan istilah "lunchtime peel" karena dapat dilakukan dalam waktu singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas setelah menjalani perawatan.
"Pasien datang saat jam istirahat kantor, lalu setelah itu bisa langsung kembali lagi ke kantornya," katanya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pemilihan jenis peeling harus disesuaikan dengan karakteristik kulit masing-masing pasien.
Menurut dia, pada kulit masyarakat Indonesia, tindakan yang umum dilakukan adalah very superficial peel atau superficial peel karena memiliki risiko efek samping yang lebih rendah dibandingkan peeling dengan kedalaman sedang maupun dalam.
Khalishaturrahmi mengatakan perkembangan teknologi dermatologi saat ini juga memungkinkan berbagai prosedur peremajaan kulit diterapkan tidak hanya pada wajah, tetapi juga pada area tubuh lain seperti leher, tangan, dan kaki dengan tujuan meningkatkan kesehatan serta kualitas kulit.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026